Maulid nabi Rasulullah Saw memperingati hari kelahiraanya

Kisah Detik-detik kelahirannya nabi MUHAMMAD shallalhualaihi wassallam dari tanggal 1 sampai tanggal 12 rabiul awaal

Berkatalah Al-Waqidy rahmatullah alaihi


Malam Pertama Rabiul Awwal 


Allah swt melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya. 


Pada malam ke 2 : 


Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad saw yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Allah swt. 


Pada malam ke 3 :


Datang seruan memanggil : 

“Wahai Aminah sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rasulullah saw yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Allah swt.


Pada malam ke 4 : 


Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas. 


Pada malam ke 5 : 


Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Allah Ibrahim as. 


Pada malam ke 6 : 


Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad saw memenuhi alam semesta. 


Pada malam ke 7 : 


Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak. 


Pada malam ke 8 :


Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan : 

“Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Allah swt Pencipta Alam Semesta. 


Pada malam ke 9 : 


Allah swt semakin mencurahkan rahmat kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sakit, sedih, susah, dalam jiwa Sayyidah Aminah. 


Pada malam ke 10 :


Sayyidah Aminah melihat tanah Tha’if dan Mina ikut bergembira menyambut akan kelahiran Nabi Muhammad saw.


Pada malam ke 11 : 


Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad saw. 


Malam detik-detik kelahiran Nabi Muhammad saw, tepat tanggal 12 Rabi’ul-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke 12  langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Abdul Muthalib (kakek Nabi Muhammad saw) sedang bermunajat kepada Allah swt di sekitar Ka’bah. Sedangkan  Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya. 


Tiba-tiba Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat masing jelita, anggun dan cantik, diliputi dengan cahaya kemilau yang memancar serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan. 


Wanita pertama datang berkata : 

”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad saw. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Allah Adam as, ibunda seluruh ummat manusia, aku diperintahakan Allah untuk menemanimu.


Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaiakan kabar gembira : 

“Aku adalah istri Nabi Allah Ibrahim as  yang diperintahkan Allah swt untuk menemanimu.


Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga : 

Aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Allah untuk menemanimu.


Datanglah wanita ke empat : 

”Aku adalah Maryam, ibunda Isa as datang untuk menyambut kehadiran putramu Muhammad Rasulullah.” 


Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad saw yang tidak bisa terlukiskan dengan kata2. 


Keajaiban berikutnya  Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Alloh swt dengan berbagai macam bahasa yang berbeda. 


Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa beterbangan yang sangat indah berkilau cahayanya. 


Detik berikutnya Allah swt memerintahkan kepada Malaikat Ridhwan agar mengomandokan seluruh bidadari surga agar berdandan cantik dan rapi, memakai kain sutra dan segala macam bentuk perhiasan dengan bermahkotan emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian surga yang harum semerbak ke segala penjuru, lalu beribu2 bidadari2 itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridhwan, terlihat wajah bidadari2 itu gembira. 


Lalu Allah swt memanggil : 

“Yaa Jibril serukanlah kepada seluruh arwah para Nabi, para Rasul, para wali agar berkumpul, berbaris rapi, bahwa sesungguhnya Kekasih-Ku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka mnyambut kedatangan Nabi Muhammad saw. 


Yaa Jibril perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu2 neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridhwan untuk membuka pintu2 surga dan bersoleklah engkau dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasih-Ku Nabi Muhammad saw. 


Yaa Jibril bawalah beribu ribu malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah Kekasih-Ku Muhammad saw telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman.” 


Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan beribu ribu malaikat. Aminah melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu2 gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya. Pada saat itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu pula datanglah burung putih yang berkilau cahayanya mendekati Aminah dan mengusapkan sayapnya pada  Aminah, maka pada saat itu pula lahirlah Nabi Muhammad Rasulullah saw dan tidaklah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad saw bersujud kepada Allah.


Kegembiraan memancar dari setiap sudut alam raya, gemuruh shalawat memenuhi semesta dengan bahasa yang berbeda beda dan dengan cara yang bermacam macam pula. 


كتاب النعمۃ الكبری علی العالم فی مولد السيد ولد آدم  لإمام شهاب الدين احمد بن حجر الهيتمي 

Hal 25.


#Selamat datang bulan Rabiul Awwal Selamat datang Bulan Maulid.

Mari memperbanyak shalawat dibulan rabiul Awwal supaya ketika malam 12 rabiul Awwal akan terasa bahwa pada tanggal itu nabi MUHAMMAD dilahirkan kedunia.

Kata orang, Magelang adalah tempat istirahat para pensiunan. Lagi-lagi kata orang, Magelang hanya tempat singgah sementara. Namun bagi saya pribadi, Magelang adalah sumber kehidupan. Magelang sangat nyaman dari sisi ekonomi, sosial dan budaya. Selain itu Magelang mempunyai sisi "magis" yang orang awam tidak ketahui. Suhu udara yang masih tergolong sejuk. Inilah yang menyebabkan tingkat stres di Magelang cenderung rendah daripada kota-kota besar. Magelang Kota dan Kabupaten masih memiliki udara dan alam yang menyehatkan jasmani dan rohani. 

Beruntung kawasan Magelang masih memiliki alam yang belum (semoga tidak) diekploitasi berlebihan. Kondisi geologis alam Magelang yang berbukit-bukit menjadikan kawasan tersebut sangat subur dan banyak ditumbuhi pepohonan. Tak hanya itu saja, kawasan lingkar Magelang sangat cocok ditanami seperti padi dan jagung. Menyuguhkan keindahan alam seperti gunung sangat biasa di Magelang, salah satunya yang terbesar adalah Gunung Sumbing. Menjadi tidak biasa, melainkan luar biasa apabila kita lebih mensyukuri karya Tuhan Yang Maha Esa ini dengan cara melestarikan alam.

Tak banyak orang mengetahui rahasia alam Grabag. Grabag memiliki potensi alam yang luar biasa yang sepatutnya orang Magelang, khusunya orang Grabag sendiri turut berbangga. Selain kebun kopi, air terjun, pemandangan alam gunung dan keramahan masyarakat yang menjadi daya tarik, Grabag diberi suguhan alam berupa mata air yang menyegarkan. Salah satunya adalah Tuk Udal. Tuk Udal merupakan mata air yang digunakan untuk sarana pengairan warga Desa Lebak.


Dengan menyusuri pematang sawah dan kebun jagung, menjadikan tamasya kali ini luar biasa. Mengingatkan kembali masa kecil saat di kota Magelang masih banyak sawah dan ladang jagung. Kesunyian dari hiruk pikuk kota membuat tamasya kali ini bisa menyegarkan kembali pikiran yang penat. Tanda-tanda mendekati Tuk Udal ini adalah saat melihat air jernih mengalir melewati selokan. Ya, kejernihan air ini membuat semangat bertamasya lebih menggebu. Dan terang saja, Tuk Udal merupakan mata air yang sangat indah.

Tak kuasa ingin menyentuh jernihnya air dari Tuk Udal ini. Dan sangat benar, air sangat segar dan dingin. Tak hanya memanjakan mata, lokasi tuk ini memanjakan kegiatan lebih lanjut yaitu berenang. Setiap pengunjung Tuk Udal pasti menginginkan untuk menceburkan dirinya untuk berenang. Dengan lokasi di tengah sawah dan jauh dari pemukiman penduduk, sepertinya tuk ini jarang dikunjungi warga desa tetangga maupun pengunjung lainnya. Namun tidak apa-apa, justru akan lebih baik apabila tidak dieksploitasi secara berlebihan yang mengakibatkan kerusakan alam. 

(Source: Klik)

Belum ada informasi yang jelas bagaimana awal mula Tuk Udal ini terbentuk ataupun beberapa mitos / cerita yang berkembang. Hanya saja, Udal dalam bahasa Jawa memiliki arti "menyembul". Yang saya duga adalah penamaan Tuk Umbul ini adalah karena menyembulnya air dari dalam tanah. Sumber mata air Tuk Udal ini terpelihara dengan baik. Dibuatnya semacam kolam dari semen dan ditutupnya mata air menjadikan keamanan bagi para pengunjung.Yang pasti, jika mengunjungi Tuk Udal ini, harus menjaga sikap dan sifat. Berkunjung selayaknya tamu, harus menjaga kebesihan dan tata krama kesopanan.


Satu hal lagi alam yang disuguhkan Grabag adalah terowongan yang terbentuk dari daun dan dahan pohon. Keunikan terowongan ini adalah merasakan bahwa saat melewati terowonan ini seperti di Eropa. Bukan belahan bumi Eropa, inilah Grabag, Kabupaten Magelang. Tak khayal Grabag menjadi destinasi tamasya sejak jaman era Kolonial Belanda. Orang Eropa terkhusus Belanda sangat menyukai keindahan alam, dan selalu ditulis dalam jurnal pribadinya. 


Setitik surga di muka bumi patut disematkan untuk kawasan Grabag. Ya, tak hanya sebatas kata-kata saja, namun secara nyata dari sejarah hingga masa kini mengatakan bahwa kawasan Grabag tidak jauh dari kata indah. Keindahan alam dan keramahan masyarakat menjadi magnet utama Grabag. Kebanggaan masyarakat harus ditingk

Air terjun seumuran tempat wisata yang hitam sekarang

Air Terjun Seloprojo atau yang bernama lain Air Terjun Sumuran merupakan daya tarik wisata alam tersembunyi dibalik pemukiman desa dan lereng Gunung Telomoyo. Kondisinya masih alami meskipun telah dibangun kolam pada bagian dasar air terjun. Air terjun ini sebenarnya sudah lama dibuka menjadi kawasan wisata. Hanya saja kunjungan wisatawan masih sangat sedikit karena belum banyak wisatawan yang mengetahui tempat ini.


Air Terjun Seloprojo (Seloprojo waterfall) terletak di Desa Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki ketinggian sekitar 30 meter. Ada juga orang yang menyebut Air Terjun Seloprojo dengan nama Air Terjun Sumuran. Aliran air dari Air Terjun Seloprojo bersumber dari Gunung Telomoyo.


Lokasi Air Terjun Sumuran Seloprojo lereng Gunung Telomoyo bagian barat. Minimnya papan petunjuk arah dan informasi keberadaan air terjun tersebut membuat pengunjung kesulitan untuk mengunjunginya. Saat bertanya kepada warga tentang lokasi Air Terjun Sumuran Seloprojo malah memberitahukan lokasi air terjun yang lain seperti Air Terjun Kali Pancur dan Air Terjun Sekar Langit. Sepertinya cukup banyak warga sekitar yang kurang mengetahui lokasi wisata Air terjun Sumuran Seloprojo.


Titik terang mengenai keberadaan Air Terjun Sumuran Seloprojo pun muncul ketika kami memasuki wilayah desa Seloprojo. Gapura bertuliskan Air Terjun Seloprojo kami dapati ketika melewati hamparan sawah yang luas menuju sebuah pemukiman penduduk. Dari gapura tersebut barulah terdapat papan petunjuk arah menuju lokasi Air Terjun Sumuran Seloprojo. Perjalanan dilanjutkan dengan melewati jalan beraspal rusak di tengah-tengah pemukiman penduduk. Beberapa ratus meter berselang tiba di ujung jalan beraspal rusak dan berganti dengan jalan setapak yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua saja.

Kawasan Wisata Air Terjun Seloprojo terdapat dua buah air terjun yaitu Air Terjun Sumuran dan Air Terjun Senthong. Namun banyak orang menganggap Air Terjun Sumuran adalah Air Terjun Seloprojo dan tidak banyak yang tahu lokasi Air Terjun Senthong karena sulitnya akses jalan menuju lokasi.


Pengguna kendaraan roda dua dipersilakan melewati jalan setapak tersebut dengan hati-hati karena banyak warga yang lalu lalang di jalan tersebut. Sedangkan pengguna kendaraan roda empat dipersilakan memarkir kendaraannya di sekitar pemukiman warga dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Jalan setapak tersebut melewati pemukiman warga yang padat dan semakin menanjak. Sebagian jalan setapak tersebut sudah dicor semen dan sebagian lagi masih berupa jalan tanah.

Ujung jalan setapak yang dapat dilalui kendaraan roda dua terdapat pos retribusi masuk wisata Air Terjun Seloprojo. Petugas pos retribusi langsung menyambut pengunjung atau wisatawan yang menuju arah pos retribusi. Retribusi masuk wisata Air Terjun Seloprojo ini resmi dari pemerintah daerah setempat yakni kabupaten Magelang. Kendaraan pengunjung dipersilakan parkir di area parkir disebelah pos retribusi. Area parkir kendaraan roda dua yang disediakan tidak cukup luas dan hanya mampu menampung sekitar 30-an sepeda motor.

Ide aquarium penghilang stress

Hidup di kota modern membuat kita sering stress. Salah satu cara mengurangi stres adalah dengan mengamati ikan berenang di akuarium.


Seperti dilansir klikdokter.com (12/02/18), studi tahun 2016 yang diterbitkan jurnal Environment and Behavior menunjukkan bahwa melihat ikan berenang di akuarium selama sepuluh menit dapat menurunkan tekanan darah dan denyut jantung. Studi tersebut menilai respons fisik dan mental dari 112 partisipan, terhadap akuarium yang berisi beragam jenis ikan.


Nah, berikut 10 ide membuat akuarium dengan berbagai pilihan ukuran dan penempatan.

1) Akuarium ini memanfaatkan bagian bawah meja yang biasanya tidak dimanfaatkan. Walaupun di bawah, ikan-ikan di dalamnya masih dapat dilihat.


Referensi pihak ketiga

2) Akuarim unik ini tidak berbentuk kotak seperti umumnya, atau seperti tabung. Seolah wadah yang mau jatuh, akuarium ini sangat menyenangkan untuk dilihat.


Referensi pihak ketiga

3) Akuarium berbentuk layar monitor ini cocok untuk disimpan di atas meja kecil. Cara membuatnya sepertinya tidak terlalu sulit.


Referensi pihak ketiga

4) Akuarium tipis ini memang bukan untuk diisi ikan, melainkan ubur-ubur bercahaya yang membuat tampilan akuarium seperti dari masa depan.



Referensi pihak ketiga

5) Akuarium ini memanfaatkan bagian bawah wastafel. Membuat orang yang ingin cuci tangan jadi betah sedikit lama membersihkan tangannya.


Referensi pihak ketiga

6) Akuarium di atas tepat tidur bisa membuat orang yang tidur di bawahnya lebih nyenyak. Tentu akuariumnya harus dipastikan tidak bocor.


Referensi pihak ketiga

7) Akuarium labirin ini terlihat modern dan sedikit ilmiah. Pasti anak-anak akan suka melihat akuarium seperti ini.


Referensi pihak ketiga

8) Akuarium yang menyatu dengan kloset ini tampak menyenangkan untuk di pasang di toilet. Tapi jika kita memakai klosetnya, kita malah sulit melihat ikan-ikan di akuarium.


Referensi pihak ketiga

9) Akuarium mini ini cocok untuk di meja belajar anak. Cari ikan kecil untuk akuarium dari bohlam kampu ini.


Referensi pihak ketiga

10) Jika punya televisi tua, jangan dijual ke tukang loak. Buang tabunnya dan gantikan dengan akuarium. Maka kita akan punya akuarium yang cantik di dalam rumah.



Referensi pihak ketiga


Nah, akuarium mana yang menurut pembaca paling menarik untuk di dalam rumah?


^_^

AkHIR MASA HIDUP SANG PROKLAMATOR TAK SEINDAH JASANYA

AKHIR MASA HIDUP SANG PROKLAMATOR

Tak Seindah Jasanya 😢

Tak lama setelah misi tidak percaya Parlemen bentukan Nasution di tahun 1967 dan MPRS menunjuk Soeharto sebagai Presiden RI, Bung Karno menerima surat untuk segera meninggalkan Istana dalam waktu 2 X 24 Jam.


Bung Karno tidak diberi waktu untuk menginventarisir barang-barang pribadinya. Wajah-wajah tentara yang mengusir Bung Karno tidak bersahabat lagi. "Bapak harus cepat meninggalkan Istana ini dalam waktu dua hari dari sekarang!".


Bung Karno pergi ke ruang makan dan melihat Guruh sedang membaca sesuatu di ruang itu. "Mana kakak-kakakmu" kata Bung Karno. Guruh menoleh ke arah Bapaknya dan berkata "Mereka pergi ke rumah Ibu".


Rumah Ibu yang dimaksud ada5lah rumah Fatmawati di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru. Bung Karno berkata lagi "Mas Guruh, Bapak tidak boleh lagi tinggal di Istana ini lagi, kamu persiapkan barang-barangmu, jangan kamu ambil lukisan atau hal lain, itu punya negara". Kata Bung Karno,


lalu Bung Karno melangkah ke arah ruang tamu Istana disana ia mengumpulkan semua ajudan-ajudannya yang setia. Beberapa ajudannya sudah tidak kelihatan karena para ajudan bung karno sudah ditangkapi karena diduga terlibat Gestapu. "Aku sudah tidak boleh tinggal di Istana ini lagi, kalian jangan mengambil apapun, Lukisan-lukisan itu, dan macam-macam barang. Itu milik negara.


Semua ajudan menangis saat tau Bung Karno mau pergi "Kenapa bapak tidak melawan, kenapa dari dulu bapak tidak melawan..." Salah satu ajudan separuh berteriak memprotes tindakan diam Bung Karno.


"Kalian tau apa, kalau saya melawan nanti perang saudara, perang saudara itu sulit jikalau perang dengan Belanda jelas hidungnya beda dengan hidung kita. Perang dengan bangsa sendiri tidak, wajahnya sama dengan wajahmu...keluarganya sama dengan keluargamu, lebih baik saya yang robek dan hancur daripada bangsa saya harus perang saudara". tegas bung karno kepada ajudannya.


Tiba-tiba beberapa orang dari dapur berlarian saat mendengar Bung Karno mau meninggalkan Istana. "Pak kami memang tidak ada anggaran untuk masak, tapi kami tidak enak bila bapak pergi, belum makan. Biarlah kami patungan dari uang kami untuk masak agak enak dari biasanya".


Bung Karno tertawa "Ah, sudahlah sayur lodeh basi tiga itu malah enak, kalian masak sayur lodeh saja. Aku ini perlunya apa..."


Di hari kedua saat Bung Karno sedang membenahi baju-bajunya datang perwira suruhan Orde Baru. "Pak, Bapak harus segera meninggalkan tempat ini". Beberapa tentara sudah memasuki ruangan tamu dan menyebar sampai ke ruang makan.


Mereka juga berdiri di depan Bung Karno dengan senapan terhunus. Bung Karno segera mencari koran bekas di pojok kamar, dalam pikiran Bung Karno yang ia takutkan adalah bendera pusaka akan diambil oleh tentara.


Lalu dengan cepat Bung Karno membungkus bendera pusaka dengan koran bekas, ia masukkan ke dalam kaos oblong, Bung Karno berdiri sebentar menatap tentara-tentara itu, namun beberapa perwira mendorong tubuh Bung Karno untuk keluar kamar.


Sesaat ia melihat wajah Ajudannya Maulwi Saelan ( pengawal terakhir bung karno ) dan Bung Karno menoleh ke arah Saelan.


"Aku pergi dulu" kata Bung Karno dengan terburu-buru. "Bapak tidak berpakaian rapih dulu, Pak" Saelan separuh berteriak.


Bung Karno hanya mengibaskan tangannya. Bung Karno langsung naik VW Kodok, satu-satunya mobil pribadi yang ia punya dan meminta sopir diantarkan ke Jalan Sriwijaya, rumah Ibu Fatmawati.


Di rumah Fatmawati, Bung Karno hanya duduk seharian saja di pojokan halaman, matanya kosong. Ia meminta bendera pusaka dirawat hati-hati. Bung Karno kerjanya hanya mengguntingi daun-daun di halaman.


Kadang-kadang ia memegang dadanya yang sakit, ia sakit ginjal parah namun obat yang biasanya diberikan sudah tidak boleh diberikan. Sisa obat di Istana dibuangi.


Suatu saat Bung Karno mengajak ajudannya yang bernama Nitri gadis Bali untuk jalan-jalan. Saat melihat duku, Bung Karno kepengen duku tapi dia tidak punya uang. "Aku pengen duku, ...Tri, Sing Ngelah Pis, aku tidak punya uang" Nitri yang uangnya pas-pasan juga melihat ke dompetnya, ia merasa cukuplah buat beli duku sekilo.


Lalu Nitri mendatangi tukang duku dan berkata "Pak Bawa dukunya ke orang yang ada di dalam mobil". Tukang duku itu berjalan dan mendekat ke arah Bung Karno. "Mau pilih mana, Pak manis-manis nih " sahut tukang duku dengan logat betawi kental.


Bung Karno dengan tersenyum senang berkata "coba kamu cari yang enak". Tukang Duku itu mengernyitkan dahinya, ia merasa kenal dengan suara ini. Lantas tukang duku itu berteriak "Bapak...Bapak....Bapak...Itu Bapak...Bapaak" Tukang duku malah berlarian ke arah teman-temannya di pinggir jalan" Ada Pak Karno, Ada Pak Karno...." mereka berlarian ke arah mobil VW Kodok warna putih itu dan dengan serta merta para tukang buah memberikan buah-buah pada Bung Karno.


Awalnya Bung Karno tertawa senang, ia terbiasa menikmati dengan rakyatnya. Tapi keadaan berubah kontan dalam pikiran Bung Karno, ia takut rakyat yang tidak tau apa-apa ini lantas digelandang tentara gara-gara dekat dengan dirinya. "Tri, berangkat ....cepat" perintah Bung Karno dan ia melambaikan ke tangan rakyatnya yang terus menerus memanggil namanya bahkan ada yang sampai menitikkan air mata. Mereka tau pemimpinnya dalam keadaan susah.


Mengetahui bahwa Bung Karno sering keluar dari Jalan Sriwijaya, membuat beberapa perwira pro Suharto tidak suka. Tiba-tiba satu malam ada satu truk ke rumah Fatmawati dan mereka memindahkan Bung Karno ke Bogor. Di Bogor ia dirawat oleh Dokter Hewan!...


Bung Karno lalu dibawa ke Wisma Yaso, tapi kali ini perlakuan tentara lebih keras. Bung Karno sama sekali tidak diperbolehkan keluar dari kamar. Seringkali ia dibentak bila akan melakukan sesuatu, suatu saat Bung Karno tanpa sengaja menemukan lembaran koran bekas bungkus sesuatu, koran itu langsung direbut dan ia dimarahi.


Kamar Bung Karno berantakan sekali, jorok dan bau. Memang ada yang merapikan tapi tidak serius. Dokter yang diperintahkan merawat Bung Karno, dokter Mahar Mardjono nyaris menangis karena sama sekali tidak ada obat-obatan yang bisa digunakan Bung Karno.


Ia tahu obat-obatan yang ada di laci Istana sudah dibuangi atas perintah seorang Perwira Tinggi. Mahar Mardjono hanya bisa memberikan Vitamin dan Royal Jelly yang sesungguhnya hanya madu biasa. Jika sulit tidur Bung Karno diberi Valium, Sukarno sama sekali tidak diberikan obat untuk meredakan sakit akibat ginjalnya tidak berfungsi.


Bahkan ada satu pasukan khusus KKO dikabarkan sempat menembus penjagaan Bung Karno dan berhasil masuk ke dalam kamar Bung Karno, tapi Bung Karno menolak untuk ikut karena itu berarti akan memancing perang saudara.


Pada awal tahun 1970 Bung Karno datang ke rumah Fatmawati untuk menghadiri pernikahan Rachmawati. Bung Karno yang jalan saja susah datang ke rumah isterinya itu. Wajah Bung Karno bengkak-bengkak.


Ketika tau Bung Karno datang ke rumah Fatmawati, banyak orang langsung berbondong-bondong ke sana dan sesampainya di depan rumah mereka berteriak "Hidup Bung Karno....hidup Bung Karno....Hidup Bung Karno...!!!!!"


Masuk ke bulan Februari penyakit Bung Karno parah sekali ia tidak kuat berdiri, tidur saja. Tidak boleh ada orang yang bisa masuk. Ia sering berteriak kesakitan. Biasanya penderita penyakit ginjal memang akan diikuti kondisi psikis yang kacau.


Ia berteriak " Sakit....Sakit ya Allah...Sakit..." tapi tentara pengawal diam saja karena diperintahkan begitu oleh komandan. Sampai-sampai ada satu tentara yang menangis mendengar teriakan Bung Karno di depan pintu kamar. Kepentingan politik tak bisa memendung rasa kemanusiaan, dan air mata adalah bahasa paling jelas dari rasa kemanusiaan itu.


Hatta yang dilapori kondisi Bung Karno menulis surat pada Suharto dan mengecam cara merawat Sukarno. Di rumahnya Hatta duduk di beranda sambil menangis sesenggukan, ia teringat sahabatnya itu. Lalu dia bicara pada isterinya Rachmi untuk bertemu dengan Bung Karno.


"Kakak tidak mungkin kesana, Bung Karno sudah jadi tahanan politik" ujar istri bung hatta.


Hatta menoleh pada isterinya dan berkata "Sukarno adalah orang terpenting dalam pikiranku, dia sahabatku, kami pernah dibesarkan dalam suasana yang sama agar negeri ini merdeka. Bila memang ada perbedaan diantara kami itu lumrah tapi aku tak tahan mendengar berita Sukarno disakiti seperti ini".


Hatta menulis surat dengan nada tegas kepada Suharto untuk bertemu Sukarno, ajaibnya surat Hatta langsung disetujui, ia diperbolehkan menjenguk Bung Karno.


Hatta datang sendirian ke kamar Bung Karno yang sudah hampir tidak sadar, tubuhnya tidak kuat menahan sakit ginjal. Bung Karno membuka matanya. Hatta terdiam dan berkata pelan "Bagaimana kabarmu, No" kata Hatta ia tercekat mata Hatta sudah basah.


Bung Karno berkata pelan dan tangannya berusaha meraih lengan Hatta "Hoe gaat het met Jou?" kata Bung Karno dalam bahasa Belanda - Bagaimana pula kabarmu, Hatta - Hatta memegang lembut tangan Bung Karno dan mendekatkan wajahnya, air mata Hatta mengenai wajah Bung Karno dan Bung Karno menangis seperti anak kecil.


Dua proklamator bangsa ini menangis, di sebuah kamar yang bau dan jorok, kamar yang menjadi saksi ada dua orang yang memerdekakan bangsa ini di akhir hidupnya merasa tidak bahagia, suatu hubungan yang menyesakkan dada.


Tak lama setelah Hatta pulang, Bung Karno meninggal. Sama saat Proklamasi 1945 Bung Karno menunggui Hatta di kamar untuk segera membacai Proklamasi, saat kematiannya-pun Bung Karno juga seolah menunggu Hatta dulu, baru ia berangkat menemui Tuhan.


Lahul Fatihah.. 

Selamat Jalan Bapak.......😢

#HWMI #NU

(Diambil dari: Hubbul Wathon Minal Iman)

Nama nama Indonesia sebelum merdeka

Sebelum Indonesia merdeka sebenarnya wilayah yang kita kenal sebagai Indonesia sudah begitu dikenal oleh dunia namun dengan nama lain bukan nama Indonesia. Dalam artikel ini akan membahas nama lain yang digunakan masyarakat dunia untuk menyebut Indonesia sebelum merdeka.



Dwipa

Wilayah yang kita kenal sebagai Indonesia ini dahulu dikenal dengan nama Dwipa atau kepulauan dimana nama ini sangat populer diera kerajaan zaman Hindu Budha. Bangsa Cina dan India dan beberapa bangsa lainnya menyebut wilayah Indonesia ini dengan nama Dwipa. Wilayah yang kita kenal sekarang ini dengan Indonesia dahulu pernah muncul beberapa kerajaan besar yang berpengaruh dari Sriwijaya dan beberapa beberapa kerajaan lainnya yang mana tidak menutup kemungkinan adanya kerjasama dan juga perdagangan antar pedagang lintas kerajaan hingga sampai ke Cina dan dataran Arab. Nama Dwipa cukup lama menghiasai nama yang kita kenal sekarang ini dengan Indonesia.


2. Nan Hai


Berbeda dengan penduduk Indonesia masa itu yang menyebut Indonesia dengan nama Dwipa. Cina waktu itu menyebut wilayah yang kita kenal dengan Indonesia itu dengan nama Nan Hai yaitu sebuah kawasan kepulauan di Laut Selatan. Orang Cina sudah berdagang lintas negara hingga sampai disebuah kawasan yang sekarang dikenal sebagai Indonesia. Oleh orang Cina zaman dulu untuk menggambarkan lokasi tersebut dengan menyebut nama Nan Hai. Dikutip dari phinemo.com.



2. Nusantara


Nama nusantara sudah begitu akrab dengan Indonesia. Siapa yang memberi julukan nusantara tidak ada yang tahu namun nama nusantara ini sudah dipakai oleh masyarakat era kerajaan Majapahit saat berkuasa dan berpengaruh. Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan besar yang memiliki wilayah begitu luas hingga lintas negara karena sampai ke Filipina. Kebesaran Majapahit begitu dikenal tidak hanya oleh penduduk Indonesia namun juga oleh bangsa Cina dan lainnya yang pernah menjadi taklukan Majapahit atau pernah menjalin kerjasama dengan Majapahit.


3. Hindia Belanda


Indonesia pernah juga dikenal dengan sebutan Hindia Belanda atau Nederlandch Indie. Pemberian nama Hindia Belanda ini untuk menggambarkan sebuah wilayah di samudra Hindia yang menjadi jajahan Belanda. Nama Hindia Belanda ini bertahan lama dan menjadi identitas bagi Indonesia sebelum merdeka dan saat di jajah oleh Belanda. Dikutip dari liputan6.com ( 02/05/2018).


4. Insulinde

Insulinde merupakan nama yang dipopulerkan oleh Douwes Dekker yaitu orang keturunan Belanda yang bersimpati dan ikut berjuang untuk Indonesia. Pemberian nama ini sebuah pertentangan dari nama Hindia Belanda karena Douwes Dekker merasa jijik dengan nama Hindia Belanda yang mana Belanda dengan seenak sendiri mencaplok dan mengaku-ngaku wilayah yang sekarang dikenal dengan Indonesia sebagai bagian dari Belanda namun penduduknya selalu disiksa oleh Belanda.


5. Indonesia

Masa perjuangan Indonesia sudah mulai muncul nama Indonesia yang dipopulerkan oleh para pejuang untuk menyebut wilayah Indonesia. Nama ini terus berlanjut sampai Indonesia merdeka dan hingga sekarang. Siapa yang mempopulerkan Indonesia sebenarnya? ada beberapa keterangan menyebutkan sosok yang pejuang yang pertama mempopulerkan nama Indonesia adalah Ki Hajar Dewantara saat dibuang ke Belanda untuk menjelaskan tanah kelahirannya.


Itulah beberapa nama yang menggambarkan wilayah Indonesia dari zaman dahulu hingga sekarang dikenal dengan nama Indonesia.

Percobaan Pencurian Jasad Rasulullah SAW Dalam Sejarah Umat Islam

Di dalam Masjid Nabawi terbaring jasad manusia yang begitu dicintai seluruh alam semesta. Ya, ia adalah Nabi Muhammad SAW yang dimakamkan di sana. Kondisi makam mendapat penjagaan yang ketat, pintu ditutup rapat dengan pagar dan dijaga tentara kerajaan.

Wajar saja, mengingat pasti banyak umat yang akan mendekat bila makam ini dibiarkan terbuka. Belum lagi, untuk mengantisipasi upaya tindakan jahat yang ingin mencuri jasad Rasul. Ternyata dalam sejarahnya, usaha mencuri jasad Nabi Muhammad SAW sudah berlangsung lima kali.




Mulai dari Mesir, hingga negeri-negeri di Eropa yang bersekongkol untuk mencuri jasad Nabi. Beruntung, tetapi Allah SWT selalu menggagalkan tindakan jahat tersebut. Bagaimana kisah Percobaan Pencurian Jasad Rasulullah ini? Berikut ringkasannya. 

1. Masa al-Hakim Biamrillah al-'Ubaidiy Part 1


Kisah pencurian jasad Nabi ini ditulis oleh Muhammad Ilyas 'Abdul Ghani, penulis buku Sejarah Masjid Nabawi as-Syarif. Dalam bukunya Ia menulis bahwa percobaan pencurian pertama dilakukan pada masa al-Hakim Biamrillah al-'Ubaidiy. Ia adalah sosok Raja zalim dari Daulah Fatimiyah. Padahal Ia beragama Islam, namun menyimpang dari ajaran Allah, sehingga Rakyat Mesir tidak bisa tidur tenang pada masa pemerintahannya.


Pada saat itu seorang Zindiq menawarkan kepadanya agar mencuri jasad Nabi. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian manusia kepadanya dan negerinya. Dengan menghadirkan Rasulullah ke Mesir, maka negeri ini akan menggantikan Madinah. Kemudian Ia berencana memerangi rakyatnya.


Namun Allah SWT tidak tinggal diam dengan rencana keji tersebut. Sangatlah mudah bagi-Nya menggagalkan al-Hakim. Pada saat malam rencana itu dijalankan, ternyata Allah mengirimkan angin ke Madinah, dan hampir bumi tergoncang karena kuatnya angin itu. Hal ini pun menjadi penghalang tujuan para penjahat tersebut.

2. Masa al-Hakim Biamrillah al-'Ubaidiy Part 2



Islamidia.com/kisah-nyata-rahasia-ruangan-makam-nabi-muhammad/

Ternyata kegagalan rencana awal tidak membuat raja yang mulai memimpin pada usia 11 tahun tersebut jera. Ia pun kembali menyusun sebuah rencana untuk mencuri jasad Rasulullah SAW. Kali ini, prajuritnya mampu memasuki Madinah. Utusannya ini tinggal di dekat Al Haram an-Nabawi.


Mereka mulai menggali tanah untuk membuat terowongan menuju makam Nabi Muhammad. Namun keajaiban pun kembali terjadi. Terdengar suara menyeru ditengah-tengah masyarakat Madinah "Nabi kalian akan digali (kuburnya)".


Mereka pun kemudian melakukan penyelidikan dan menghadapi utusan al-Hakim Biamrillah al-'Ubaidiy tengah menggali terowongan. Mereka kemudian dihukum dan dibunuh.

3. Jasad Nabi akan Dicuri Para Penguasa di Eropa


Peristiwa ini terjadi pada tahun 1164 atau 557 H yang ditulis oleh sejarawan Ali Hafidz dalam kitab Fusul min Tarikhi Al-Madinah Al Munawarah. Saat itu, kondisi umat Islam dalam keadaan sedang melemah, sehingga para penguasa dari Eropa bersepakat untuk mencuri jasad Rasulullah.


Setelah kesepakatan disetujui, para penguasa Negeri-negeri di Eropa kemudian mengirim utusan untuk mencuri jenazah Rasul pada musim Haji. Kedua orang itu menyamar sebagai jemaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maghribi. Keduanya ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi SAW. 


Setelah melakukan kajian lapangan tersebut, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat sebuah lubang dari dalam kamar menuju ke makam Rasulullah SAW. Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut pun telah digagalkan oleh Allah SWT melalui seorang hamba-Nya, yang bernama Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki.


Sang Sultan penguasa Mesir dan Syirian itu pada suatu malam bermimpi bertemu Rasulullah. Sang Nabi sedang menudingkan tangannya ke arah dua orang berwajah Eropa, seraya berkata, "Wahai Mahmud, tolonglah aku dari dua orang ini!".


Diapun terbangun dan terkejut lalu berwudhu dan melanjutkan tidur. Namun Ia kembali bermimpi hal yang sama hingga tiga kali berturut-turut. Pada Pagi harinya Ia menceritakan mimpinya kepada para menteri dan berfikir bahwa telah terjadi sesuatu di Madinah. Akhirnya Sultan bersama pengawalnya berangkat ke Madinah.


Sesampainya di sana Sultan mengumpulkan seluruh masyarakat Madinah untuk mengenali wajah mereka. Ini bertujuan untuk melihat adakah wajah yang mirip dengan yang ada di mimpinya. Pada awalnya Ia tidak menemukan dua wajah tersebut.


Lantas Sultan bertanya: "Masih adakah yang lain?".


Salah satu penduduk Madinah menjawab: "Memang masih ada, yaitu dua orang jamaah haji dari Maroko yang mukim di sini, mereka saleh dan kaya, sering membagi sedekah dan selalu shalat berjamaah di Masjid Nabawi. Mereka merasa sudah cukup tidak perlu ambil sedekah atau hadiah.


"Panggil mereka ke sini sekarang juga...!", perintah Sultan.


Ternyata kedua orang ini mirip persis dengan yang ada di mimpinya. Lalu Sultan pun memeriksa keduanya dan mendapati rumah mereka terdapat lubang menuju makam Nabi. Keduanya mengaku melaksanakan tugas suci dari sebuah Liga Internasional untuk mengambil jasad Nabi Muhammad SAW dan dibawa ke Eropa. 


4. Kelompok Perampok


Usaha keempat saat sejumlah orang mencuri dan merampok kafilah jamah haji. Kemudian mereka bertekad untuk menggali kubur Nabi SAW. Mereka berbicara dan terang-terangan mengutarakan niat mereka. Kemudian mereka menyeberangi laut menuju Madinah. Kemudian Allah menolak serangan mereka dengan kapal yang telah disiapkan dari Mesir al-Iskandariyah yang mengikuti mereka. Kemudian menangkap mereka semuanya, kemudian menawan semua.


5. 40 Orang Ingin Menggali Makan Abu Bakar dan Umar



billyinfo.blogspot.com/2014/01/kisah-cubaan-mencuri-jasad-nabi.html

Usaha kelima dilakukan dengan rencana menggali makam Abu Bakar dan Umar. Itu terjadi di pertengahan abad ke tujuh Hijriyah. Sejumlah orang yang mencapai 40 orang laki-laki ingin menggali kubur di malam hari. Kemudian bumi pun terbelah dan langsung menelan mereka. Hal ini diceritakan oleh pelayan al-Haram an-Nabawy pada saat itu. Dia adalah Shawwab, as-Syamsu al-Malthiy