Mengejutkan! 6 Perkataan Ali bin Abi Thalib Ini Sudah jadi Kenyataan

Ketika mendengar nama dari Ali bin Abi Thalib pasti sudah memikirkan tentang sosoknya yang begitu cerdas. Sebab, banyak buku yang mengatakan jikalau beliau suka sekali memberikan kata bijak. Bahkan setiap ucapannya pun selalu menjadi renungan bagi kita semua.


Nah, berbicara tentang ucapan dari keponakan Rasulullah SAW tersebut, ada suatu perkataannya yang cukup mengejutkan. Beliau mengatakan akan datang zaman di mana sifat seseorang berputar 360 derajat dari yang seharusnya. Dan prediksinya sudah menjadi kenyataan pada zaman sekarang ini Sahabat Boombastis. Seperti yang dilansir dari Buku Biografi Ali bin Abi Thalib karangan Prof. Ali Muhammad, begini tutur kata beliau.


Banyak orang baik tapi tak berakal


Pamer kebaikan [Sumber Gambar]

Seperti yang kita tahu selama ini kalau kebaikan hanya dilakukan untuk mendapatkan pahala dari Allah semata. Namun sayangnya, di zaman sekarang ini banyak orang yang tak menerapkan hal itu. Tak sedikit orang melakukan kebaikan hanya untuk mendapatkan pujian dari sesama manusia. Biasanya setelah mereka melakukan hal ini, hati akan merasa senang dan sombong lantaran sudah mendapatkan penilaian baik dari orang lain. Maka dari itu, banyak orang yang meneruskan hal tersebut dengan cara pamer kebaikan. Tapi tahukah kalian kalau sebenarnya kebaikan ini akan semakin berkurang jika niatnya berbeda?

Banyak orang fasih berbicara tapi perbuatannya lalai


Suka mengumbar janji [Sumber Gambar]

Pada saat ini kita sering kali menemukan orang-orang dengan bahasanya yang bijak dan cukup enak didengar. Sehingga semua ucapannya bisa direnungi oleh orang lain dan tak jarang dijadikan contoh untuk para pendengarnya. Tapi tak semua orang yang mengeluarkan kata inspiratif tersebut menerapkannya di kehidupan nyata. Bisa dibilang, perkataan dan perbuatannya sangat berbanding terbalik. Kalau bahasa kerennya mah mengumbar janji tapi enggak ditepati alias Pemberi Harapan Palsu (PHP).

Ada pelacur menjadi publik figur


Membawa agama demi kepentingan pribadi [Sumber Gambar]

Kalau mendengar kata pelacur, kemungkinan besar yang ada di pikiran kita adalah wanita sewaan. Tapi, bukan itu yang dimaksud ucapan dari Ali bin Abi Thalib tersebut. Pelacur di sini diartikan sebagai orang yang suka menggadaikan agamanya hanya untuk kepentingan pribadi. Pada umumnya sih untuk memperkaya diri dan akhirnya mengatasnamakan Allah SWT supaya dianggap sebagai orang yang religius. Tapi sayangnya, orang-orang seperti ini malah menjadi publik figur dan disukai oleh masyarakat.

Ada ulama tapi tak memberikan tauladan yang baik


Ulama tidak memberikan contoh yang baik [Sumber Gambar]

Poin ini senada dengan banyak orang fasih berbicara tapi perbuatannya lalai. Namun untuk poin ini berlaku bagi para ulama. Banyak orang mengaku sebagai ulama karena hafal dengan ilmu agama. Maka dari itu, tak jarang mereka merasa paling benar atas apa yang dikuasainya. Padahal, perbuatannya tak menunjukkan sama sekali dengan apa yang dikatakannya selama ini. Intinya, mereka tidak memberikan tauladan bagi para umat, melainkan malah menyesatkan.

Banyak orang bodoh tidak tahu diri


Bangga melakukan dosa [Sumber Gambar]

Bodoh yang dimaksud di sini bukan berhubungan dengan akademik ya. Tapi lebih kepada kesadaran atas perintah yang diajarkan di Agama Islam. Banyak dari kita melakukan sesuatu tanpa takut akan dosa yang akan dibalas di akhirat nanti. Anehnya dosa-dosa tersebut dilakukan dengan bangga dan tak ada rasa bersalah sama sekali. Duh, semoga kita dijauhkan dari perbuatan yang seperti itu ya Sahabat Boombastis.

Keimanan hanya ada dalam pikiran, bukan sanubari


Keimanan tidak diletakkan dalam hati [Sumber Gambar]

Di dalam Agama Islam, kita diajari untuk mengimani segala hal yang ada. Baik dari pemikiran, perkataan dan juga sikap. Tapi di zaman sekarang ini, banyak yang meremehkan soal keimanan. Banyak orang menganggap asalkan kita mengetahui tentang iman, itu sudah cukup menjadi bekal untuk hidup ke depannya. Padahal, pemikiran tersebut salah Sahabat Boombastis. Keimanan tersebut harus bersemayam dalam diri kita baik dari segi apapun. Percuma jika kita hanya memikirkannya namun tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kekhawatiran dari Ali bin Abi Thalib ini memang sudah menjadi kenyataan di era sekarang. Bahkan bisa dibilang, semua prediksinya tak ada yang meleset dan kejadiannya pun sangat dekat di sekitar kita. Mudah-mudahan, kita dijauhkan dari sifat-sifat tersebut dan juga orang-orang yang memiliki perbuatan seperti di atas.

Kisah pasukan ghurka

Kita bersaudara. Indonesia-Pakistan bersaudara!’’ begitulah pernyataan berbagai pejabat Pakistan ketika menerima kunjungan delegasi Indonesia. Menurut mereka jasa Indonesia sangat besar terhadap negaranya, terutama ketika India-Pakistan terlibat dalam konflik pada dekade 60-an.


Sosok Presiden Sukarno sangat terkenal di sana dan menghormatinya atau mendapat tempat khusus. Dia layaknya menjadi salah satu pemimpin penting di Asia yang juga menjadi Bapak Bangsa Pakistan: Muhammad Ali Jinnah.


‘’Merdeka…!’’ pekik perjuangan ini di Pakistan ternyata cukup dikenal. Ketua Parlemen Pakistan kerap menyatakannya ketika membuka percakapan dalam pertemuan dengan delegasi Indonesia. Mereka tampaknya juga tahu bahwa kata ‘merdeka’ itu serapan dari bahasa asal India (Sansekerta), yakni ‘maharddhi’ yang arti harfiahnya adalah kemakmuran, kesempurnaan besar, keunggulan, kesucian.


Tak hanya itu kisah heroik angkatan perang Indonesia yang berani bertindak sebagai pihak pemisah ketika Pakistan dan India terlibat konflik. Keberanian para punggawa armada TNI angkatan laut ketika mencegah aksi penyerangan armada laut India terhadap armada kapal perang Pakistan mereka kenang sampai sekarang.


Namun, di antara sekian banyak tokoh Pakistan yang punya hubungan khusus dengan Indonesia setelah Ali Jinnah, adalah mendiang Presiden Muhammad Zia ul Haq. Bahkan, presiden yang meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat ini punya hubungan emosi langsung dengan peristiwa pertempuran besar di Surabaya, pada 10 November 1945. Zia Ul Haq pada saat itu datang bersama pasukan sekutu dan menjabat sebagai salah satu komandan Gurkha yang bertugas di Surabaya.




Namun ada yang abadi dalam mengenang pasukan Gurkha yang dahulu bertempur di Surabaya pada 10 Novermver 1945. Mereka ternyata sempat mogok bertempur karena mendengar suara adzan dan takbir!


Dan, sang komandannya yang pernah mengalami pertempuran langsung di Surabaya pada 10 November 1945 itu adalah mantan Presden Pakistan Zia ul Haq. Semasa hidup dia selalu terkenang dengan kota yang terkenal dengan makanan rawon dan rujak cingurnya itu.


Bahkan, pada tahun 80-an, semasa Zia ul Haq menjabat sebagai presiden dan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, dia secara khusus meminta kepada Presiden Suharto agar bisa berkunjung ke Surabaya. Alasannya ingin melihat kembali kota itu.


Tentu saja, sebagai sesama mantan komandan tempur Suharto pun mengizinkannya. Dikabarkan saat Suharto menginyakan keinginannaya, wajah Zia ul Haq menjadi sumringah alias berseri-seri. Ini membutikan kenangan pertempuran besar antara tentara sekutu (Inggris dan Austalia yang di dalamnya ada legiun Gurkha) begitu dalam membekas dalam hatinya.


Memanhg Zia ul Haq saat itu hanya seorang tentara dan tidak tahu tetek bengek politik. Dia juga tak paham bahwa kedatangan bala tentaranya bersama pasukan Inggris yang saat itu sekutu saat itu diboncengi tentara Nica (Belanda) sebenarnya ingin menjajah kembali Indonesia.


Bagi kalangan rakyat yang sempat terlibat dalam peristiwa pertempuran itu, mereka juga melihat peran tentara Gurkha. Namun, mereka juga melihat keanehan ketika banyak diantara mereka yang mogok tak mau perang. Bahkan, beberapa orang malah melakukan disersi.


Mengapa demikian? Jawabnya karena tentara Gurkha yang salah satunya komandannya adalah Zia ul Haq tersebut terkejut ketika tiba di Surabaya dengan melihat banyaknya masjid dan meluasnya suara adzan ketika tiba waktu shalat. Mereka tiba-tiba sadar karena pihak yang mereka perangi adalah saudaranya sendiri, sesama Muslim. Maka mereka pun mogok tak mau bertempur.


Para legiun Gurkha itu pun kian kaget ketika ada seruan dari radio yang dikumandangkan Bung Tomo serta teriakan para pejuang di tengah pertempuran Surabaya adalah: 'Allahu Akbar!'. Maka praktis secara diam-diam sebagian tentara sekutu mengalami ‘demoralisasi’. Apalagi tentara Gurkha pun pada saat itu aktif mengerjakan shalat berjamaah di berbagai masjid bersama warga lokal. Nah, kenangan itulah yang dirasakan Zia ul Haq ketika menjadi komandan pasukan Gurkha di Surabaya. Dan memori ini lestari hingga dia menjabat sebagai Presiden Pakistan.


Pekik 'Allahu Akbar' yang terdengar di tegah pertempuran memang menjadi pertanda bahwa pertempuran itu merupakan ajang perang kaum santri. Mereka bergerak setelah Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari menyatakan perlawanan kepada penjajah adaah kewajiban setiap Muslim: Cinta tanah air adalah sebagian dari iman! Seruan pendiri NU ini tentu saja membakar semangat para santri yang datang dari berbagai pesantren yang tersebar, tak hanya dari seputaran Surabaya dan Jawa Timur saja, tapi hingga meluas di berbagai pesantren yang ada di Jawa Tengah dan Cirebon. Para santri itu datang untuk bertempur dengan naik kereta api ke Surabaya.


''Dua orang saudara kakek kami gugur dalam pertempuran di Surabaya. Mereka datang ke sana dengan naik kereta api dan tertembak ketika hendak masuk kota Surabaya dari arah Sidaorjo,'' begitu kata salah satu pengasuh pondok pesantren Somalagu, di desa Sumber Adi, Kebumen Jawa Tengah, beberapa waktu silam.


Dia mengatakan, mereka datang dan ikut bertempur melawan bala tentara Sekutu yang diboncengi Nica dengan semangat berjihad. Jadi masuk akal bila pasukan Gurkha yang salah satunya dikomandani Zia Ul Haq menjadi malas bertempur. Mereka tahu tak ingin tangannya berlumuran darah karena memerangi sesama Muslim.





Dalam percaturan militer di dunia, ada salah satu garnisun yang sangat disegani. Meraka adalah tentara legiun ‘Gurkha’. Legiun ini menjadi legendaris karena banyak terlibat dalam pertempuran besar dunia. Pihak Kerajaan Inggris memanfaatkan kemampuan tempur mereka yang luar biasa dengan melibatkannya ketika sekutu membombardir Surabaya pada 10 Oktober 1945.

Keahlian tempur mereka didapatan secara alami karena berasal dari suku yang terbiasa berperang.


Kebanggaan terhadap korps ini sangtlah besar. Sosok pasukan ini begitu diagungkan di Pakistan. Bahkan kegemilangannya selalu ditarik hingga peristiwa kekalahan pasukan Iskandar Zulkarnain, pada masa awal Masehi saat menyerbu wilayah anak benua Asia, yakni India yang kemudian terpecah menjadi tiga negara yakni Pakistan, Inda, dan Bangladesh.

Sosok prajurit tempur itu juga terlihat secara jelas bila kemudian mengacu pada figur Zia ul Haq. Postur tubuhnya yang tegap dan tinggi jelas menjadi hal yang mencolok dan menegaskan bahwa dia adalah prajurit pilihan.


Sosok seperti ini pun akan mudah terlihat bila melihat pada figur sebagian sosok petugas keamanan dan tentara di Pakistan pada masa kini. Tinggi badan mereka menjulang, rata-rata sektar 190 cm.

‘’Kemampuan tempur mereka ditempa oleh alam yang keras.


"Mereka bisa bertempur dengan baik berhari-hari meski hanya berbekal sepotong roti tawar dan beberapa liter air putih,’’ begitu kisah seorang petinggi militer Pakistan, beberapa waktu silam ketika menerima kunjungan wartawan dari Indonesia.

Masa muda indah lindungi generasi muda

  PERHATIAN


"KENAPA KAMU PACARAN"

1. Tau kenapa kamu diajak ciuman? Karena mulut kamu kurang baca Al-Qur'an.

2. Tau kenapa kamu masih digodain padahal udah pakek jilbab? Karena dada kamu masih menampakkan aurat.

3. Tau kenapa pacaran berakhir menyedihkan? Karena pacaran datang dari bisikan setan

4. Tau kenapa kamu masih jomblo? Karena Allah ngga mau kamu salah jalan akibat pacaran

5. Tau kenapa si dia ngga peduli sama kamu? Karena Allah sedang mencarikan pasangan yang seiman denganmu

6. Tau kenapa kebahagian kamu ngga seperti mereka? Karena Allah ngga mau kamu lupa beribadah, sebab terlalu asik berbahagia.

7. Tau kenapa kamu masih baca postingan ini sampai habis? Karena Allah berencana menyadarkan kamu kembali kejalan yang benar.

8. Tau kenapa kamu copy dan share postingan ini? Karena kamu tau ini berguna/bermanfaat bagi yang lain.


NOTE :

"Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik" 


Semoga yang baca like, share, dan komentar AMIN diberi pasangan yang sholeh sholehah Amiin Ya Robbalalamin

Miniatur desa

Pencegahan bencana saat kemarau hujan dan banjir

#infoBWM

Masuk musim penghujan mohon untuk Waspada dan Siaga agar kita bisa mengurangi Resiko Bencana dengan cara :


KENALI ANCAMANNYA KURANGI RESIKONYA

Apabila kita tinggal  dilokasi yang memiliki ancaman longsor atau berada di sekitar perbukitan mohon waspadai tanda-tanda berikut :

a. Ada retakan tanah yang cenderung terus bergerak

b. Ada sumber air baru dan keruh ataupun air sumur juga berubah menjadi keruh

c. Pohon-pohon yang berada di perbukitan mulai berubah posisi atau miring

d. Daun pintu dan jendela susah dibuka maupun ditutup.

Berarti tanah di sekeliling anda tinggal mulai pada pergerakan waspadai tanah longsor.

Tindakan yang dilakukan :

1. Tingkatkan ronda dan kentongan

2. Kemasi barang-barang berharga dan surat-surat penting menjadi satu dan diletakkan di tempat yang aman dan mudah dijangkau oleh seluruh penghuni rumah

3. Tutup retakan tanah dengan tanah liat

4. Apabila tanah terus bergerak tinggalkan daerah yang terancam longsoran tersebut menuju tempat yang aman


Apabila anda berada lokasi yang rawan banjir :

a. Waspadai bila turun hujan lebih dari 2 jam

b. Waspadai debit air yang meningkat secara signifikan


Tindakan yang dilakukan :

a. Kemasi barang-barang berharga dan surat-surat penting menjadi satu dan ditempatkan di tempat yang mudah dijangkau dan diketahui oleh seluruh penghuni rumah

b.Apabila harus mengungsi ikuti petunjuk dan arahan petugas


Apabila anda berada di daerah yang rawan angin puting belitung :

a. Waspadai apabila harga awan hitam yang bergulung gulung

b. Cuaca mendung tapi suhu udara panas

c. Tiba-tiba turun hujan deras disertai angin


Tindakan yang di lakukan :

a.Kurangi pepohonan dan dan dahan di sekitar rumah terutama yang sudah membahayakan 

b.Pastikan atap rumah kuat dari terjangan angin

c.Jangan berteduh dibawah bangunan dan pepohonan yang sudah rapuh...


Demikian semoga bermanfaat dan bisa meminimalkan resiko/kerusakan yang timbul akibat bencana...

Terimakasih....


Salam Tanggap, Tangkas, Tangguh

Salam Kemanusiaan

Museum Al amoudi

Museum Al Amoudi

Dari depan, bangunan Museum Al Amoudi tampak seperti sebuah benteng. Warna bangunannya coklat karena terbuat dari campuran lumpur dan susu. Persis rumah tradisional khas Arab di masa lalu. Dari beberapa referensi yang saya baca, museum seluas 2.000 meter persegi ini dibangun Abu Bakr Al Amoudi. Dia membangun museum di jalan raya Mekkah-Jeddah, 20 tahun sebelum jalanan tersebut dibuka pada 1435 H.


Museum ini memang tidak terlalu luas. Ruangannya yang sempit, ditambah ribuan koleksi yang sayangnya terkesan ditata apa adanya membuat pengunjung serasa berjubel di dalamnya. Melalui berbagai koleksi yang ada, pengunjung serasa diajak masuk ke kehidupan bangsa Arab zaman old.


Deretan koleksi senjata dan pakaian tradisional Arab, lengkap dengan aksesorisnya tampak paling menarik perhatian. Selain itu, ada foto Hajar Aswad. Pengunjung bisa berfoto di dekatnya dengan gaya (seolah-olah) mencium Hajar Aswad betulan.

Pingin kesana???

Anda pasti bisa! Pastikan mendaftar Umroh bersama kami 


Desain desa mandiri